Wayang Maya
BATHARA KALA
Diceritakan, pada waktu Dewa Siwa sedang jalan-jalan wisata dengan Dewi Uma di tepi laut, Dewa Siwa melihat betis Dewi Uma karena angin berhembus dan menyingkap kain Sang Dewi. Karena itu Dewa Siwa ingin mengajak Dewi Uma untuk berhubungan badan seketika itu, tetapi Sang Dewi menolaknya karena merasa tidak pantas bagi Dewa-Dewi, hingga air mani sang dewa menetes ke laut.
Akhirnya mereka berdua kembali ke kahyangan dan air mani Dewa Siwa yang menetes ke laut kemudian ditemukan oleh Dewa Brahma dan Wisnu. Benih tersebut kemudian diberi japa mantra. Dari benih seorang Dewa tersebut, lahirlah sosok yang bertumbuh sangat cepat, hingga menjadi rakshasa yang menggeram-geram menanyakan siapa orangtuanya. Atas petunjuk dari Dewa Brahma dan Dewa Wisnu, raksasa itu mengetahui bahwa Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah orangtuanya.
Sebelum Dewa Siwa mengakui raksasa tersebut sebagai putranya, terlebih dahulu ia harus memotong taringnya yang panjang agar dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya. Akhirnya syarat tersebut dipenuhi dan Sang raksasa dapat melihat wujud orangtuanya seutuhnya. Sang raksasa diberkati oleh Dewa Siwa dan diberi gelar Bhatara Kala.
____________________________
Bhatara adalah sesuatu yang besar dan berpengaruh dalam kehidupan alam semesta, dan tidak berjisim kasar, adapun Kala maknanya ialah waktu, masa atau kesempatan. Jadi bhatara kala ialah sama dengan 'sang waktu', Betapa digambarkan bahwa, waktu atau kesempatan adalah begitu ganas, seakan akan selalu memangsa dan tidak dimuntahkan lagi, waktu atau kala akan selalu terus berjalan kedepan dan menjadi tolok ukur keberhasilan atau kegagalan bagi yang melewati dan menggunakan waktu itu. Bagi yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik, seakan dia telah bisa memotong taring sang kala, hingga merasa nyaman setiap saat, dan menemukan kesejatian hidup, Namun bagi yang waktu demi waktu selalu dalam kesia-siaan, ia akan menderita seakan terluka karena tajamnya taring sang kala.

Komentar
Posting Komentar