Wayang Maya

 ABIMANYU PINAYUNGAN

Kerajaan Astinapura adalah kerajaan yang besar nan makmur, yang dipimpin oleh Prabu Duryudana, Astinapura memiliki negara-negara kecil yang tidak lain adalah kerabat keluarga besarnya sendiri. Diantaranya adalah Amarta, kerajaan yang diwariskan leluhurnya untuk para keponakan sang Duryudana yaitu keluarga Pandawa. 


Suatu hari hilanglah pusaka utama Raja Amarta yang bernama Puntadewa sebagai putra tertua keluarga Pandawa, yaitu Jamus Kalimasada. Jamus Kalimasada merupakan pusaka yang tidak berbentuk senjata, namun secarik manuskrip yang berkhasiat sebagai pengayom kerajaan untuk memakmurkan, mensejahterakan dan menyatukan wilayahnya. Pusaka ini bisa berubah menjadi apa saja menurut keinginan pemiliknya, dari itulah pusaka Jamus Kalimasada sangat dibutuhkan setiap negara, dan mengancam lawannya. 

Menurut Patih dari Astinapura yaitu Sangkuni yang mencuri Jamus Kalimasada adalah Abimanyu, keponakan dari Puntadewa, Maka marahlah Duryudana sampai bermaksud membunuh Abimanyu. Disaat kegaduhan terjadi, datanglah utusan dari negeri luar yaitu Tunjunglautan yang bernama Kalinggagarda atau Klabangkara, bermaksud melamar putri Duryudana yang sedang minggat dinegeri Tunjunglautan, maka dengan senang hati atas saran Patih Sangkuni, Duryudana menerima lamaran dengan sarat Kalinggagarda mau membunuh Abimanyu. 

Walaupun keluarga Pandawa ada yang termakan isu Patih Sangkuni, hingga semua mencari Abimanyu untuk dihukum tapi generasi muda Pandawa yang dimotori Antasena telah siap dan bersatu melindungi Abimanyu, karena sudah bisa membaca sandiwara Patih Sangkuni dan Guru Durna, yang mana Patih Sangkuni memaksa Guru Durna untuk merubah diri menyerupai Bathara Kresna untuk membuat propaganda bahwa Dewata telah mengabarkan bahwa yang mencuri Jamus Kalimasada adalah Abimanyu.

Yang licik selamanya akan picik, Yang baik akan selalu dalam lindungan hidayah Tuhan.

#gagragsantri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keagamaan

Wayang Maya